Postingan

PEMUDA KURANG BERMORAL, SIAP YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB?. Masalah-masalah remaja atau pemuda pasa masa kini tentu tidak ada habisnya. Persoalan-persoalan tersebut bisa seperti minum mabuk, cara berpakian yang tidak feminin bagi wanita, kekerasan seksual, kericuhan antar kelompok pemuda yang satu dengan yang lain, dan masih ada banyak masalah-masalah di luar sana yang di lakukan oleh pemuda tersendiri yang sebenarnya di anggap sebagai generasi penerus bangsa. Pemuda atau remaja melakukan hal-hal yang bertantangan dengan moralitas juga karena dengan alasan supaya di katakan keren atau gaul, sedangkan kalau tidak melakukan maka akan dikatakan ketinggalan zaman atau bahasa kupang biasanya disebut kampungan. Persoalan-persoalan di atas tentunya harus mendapat perhatian penuh dari orang tua, agama dan pemerintahan penegak hukum di wilayah setempat. Orang tua harus berperan penting dalam pembinaan mental anak sejak dini sehingga kelak tidak minim moralitas dalam kehidupannya. Ag...
Gambar
AKU SEDIH DENGAN KISAH YANG INDAH Oleh: Yabes Ottu Aku sedih dengan ukiran yang indah Terbuai dalam kehangatan kasih Hingga akhir menjemput sebagai pemisah Jiwa yang kuat kini menemui kalah Aku sedih dengan ukiran yang indah Cinta dan garis tangan saling menuduh Hingga kita menemui runtuh Cerita kini bukan lagi tentang kasih          Aku sedih dengan ukiran yang indah Luka yang begitu menusuk Hingga kita menemui akhir yang lumpuh Aku sedih Dengan ukuran yang indah Yang berhenti hingga tak mempu melangkah Hingga tenggelam oleh takdir yang pedih Aku sedih Dengan ukiran yang indah Terlalu bahagia hingga menemui bodoh Hingga tak mampu melawan pisah Aku sedih dengan ukuran yang indah Aku menangis meratapi takdir Bahkan tak lagi mampu berpikir Kepada senja aku mengadu Betapa pedih hatiku Tentang takdir yang begitu kejam Kini aku hanya pasrah dalam diam Kupang, 19 Januari 2019
Gambar
"DIBALIK KEGAGALAN MASIH ADA HARAPAN" oleh :Vhence V.Mauboi Suatu impian yang ku genggam dan tak ingin dilepaskan.   Seorang perempuan yang terlahir dari keluarga yang sederhana,dengan kehidupan yang begitu berkecukupan, dan hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang tergolong mampu. Sejak kelas III SD,saya sdh mempunyai cita-cita menjadi seorang pendeta,cita-cita yang begitu melekat dalam diri sejak kecil menjadi seorang pendeta. Di pagi hari yang cerah waktu liburan kami anggota keluarga duduk dan berceritra,di temani kopi pagi begitu hangat dengan suasana pagi yang begitu cerah. Ketika ayah bertanya pada saya "apa cita-cita mu nanti?" Dengan penuh gembira saya menjawab,saya ingin menjadi seorang pendeta,yang berdiri dan memimpin" Percakapan yang begitu lama dengan canda tawa bersama kedua orang tua,dan keempat saudara saya, Dan ayah memberikan nasehat "bersekolahlah selagi kami masih mampu memberikan kalian kesempatan untuk ber...
Gambar
HARTA DARI AYAH UNTUK KU Oleh: Yabes Ottu/Bung Ottu             Malam ini, aku dan keempat saudara ku, serta ayah dan Ibu duduk mengelilingi meja makan, yang diatas meja tersebut telah tersedia hidangan makan malam seadanya, yang telah disediakan oleh ibu.             Dari sudut meja makan dengan suara yang lembut, ibu mempersilahkan untuk kami menikmati hidangannya. Kami bergantian mengambil hidangan diatas meja sederhana, yang berada tepat di ruang keluarga yang berukuran kecil, yang kami miliki. Suasan bahagiapun semakin lengkap, ketika adik bungsu  bersedia memimpin doa makan, dengan mengejakan doa Bapak kami. “Pa, ma, malam ini saya yang pimpin doa makan ya,” ucap adik bungsu ku, yang memiliki nama lengkap Vallentino. “iya, boleh adik,”  jawab bapak menyetujui permintaan adik ku.             Selesai adikku memimpin doa makan, kami langsung menikmati hidangan sederhana...
Gambar
DAN INI KARENA KAMU YANG MASIH DISINI *Bung Ottu Ku buka lembaran baru Pada masa yang tampak misteri Mencoba berbisik dalam cengraman bisu Tentang rasa yang masih ku gumuli Mencoba melafazkan Puisi pinta pada Tuhan Bersama sebongkah harapan Mungkinkah aku mengantongi ketika amin Kisah ku yang lalu Yang hingga kini masih menyatu Dalam dekapan doa senja Walau rasa bosan ku kian memburu untuk berlalu Kepada fajar timur yang merekah Aku kembali minitip cerita yang merah Ku goreskan cerita serta memilih Walau nurani berkata "itu salah" Ku biarkan dunia menertawaankan ku Karena Itulah bodoh ku Yang terlalu pintar menyimpan rasa Walau pun itu membakar sukma Dan ini Karena kamu yang masih disini Senyum yang terpancar oleh bibir tipis mu Masih terus menghiasi mimpi tidur ku KUPANG, 05 Januari 2020
Gambar
SUKA DAN DUKA DI TANAH RANTAUAN Oleh : Yabes Ottu/Bung Ottu Disini, di sudut kota kota ini Aku menyimpan segenggam cita-cita Sebuah misi yang dititipkan orang tua Kamar kecil menjadi saksi bisu Menjadi saksi ketika ada tangis Dan sebuah lilin kecil membenarkan itu Hadir dengan misi merubah status sosial Walau kadang menempuh gagal Namun bangkit menjadi pilihan Mengembara adalah pilihan Rintangan selalu menjadi santapan Tangis selalu hadir ketika aku di sudut sini Untuk sesaat hidup lebih rendah Memandang lebih jauh pun tak boleh Adakalanya aku terjebak dalam cengkeraman pesimis Menyudutkan aku menemui tangis Namun loyalitas Tuhan Menjadi kunci percayaku Semua tentang aku Tentang Perjuangan sang anak desa Kupang, 10 Desember 2019
Gambar
-PELANGI INDAH- Oleh : Angel Thamariska Talan Terimakasih derai air mata Hadirmu merubah suasana Pelangi indah boleh kumiliki lagi Karena engkau yang menghampiri Terimakasih mendung Engkau membawa sejuk dalam kalbu Bunga mawar Di taman boleh mekar indah Karena butir-butir air hujan yang jatuh Terimakasih badai Selamat datang pelangi Silahkan pergi duka hati
Gambar
CERPEN Oleh: Yabes Ottu -KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI- Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu. Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki. Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta. Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita. Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas da...
Gambar
-HAMBA MEMOHON AMPUN- Oleh : Yabes Ottu Sinar surya telah bertolak Rembulanpun kian merapat Insan yang punuh lemah kembali mendekat takhta Allah Nurani yang kekal Tak kuasa melihat raga nan padat dosa Kematian abadi mengusik atma Terdengar jeritan tangis di dalam sukma Memohon ampun pada sang kuasa Oh, Tuhan Yang penuh kasih Hiduplah Engkau ya Allah Ijinkan hamba mendapat asih Hamba tak kuasa menanggung neraka Hamba pula tak layak menghadap surga Yang mulia, ya Engkau yang suci Izinkan hamba memiliki nurani nan suci Biarkan sungai darah ibamu mengalir Menyucikan raga serta jiwa ini
Gambar
MEKARLAH DUHAI MAWAR- Oleh : Yabes Ottu Duhai mawar jangan gemetar Kumbang tak akan menghabisimu Dia hanya singgah sebentar Aku akan menjagamu Jangan gecar, tetaplah mekar Mawar merah muda Mekarmu jangan tawar Ku kagumi pesonamu duhai mawar Kupuja pribadimu wahai jelita              Kau telah mekar di hati Lembut cinta yang kauberi  Terselip abadi di hati Membuatku bertekuk lutut  Demi sebuah arti Sukmaku tiada arti tanpa hadirmu Berjanjilah tuk tetap bersama Tetaplah berdiam dalam kalbu Tetaplah mekar duhai mawar Wahai jelita, teruslah megar Tetap tersenyumlah Jangan mengalah Mekarmu adalah anugerah
Gambar
CINTA HANYA BERMODALKAN HATI Oleh: Yabes Ottu Cintamu padaku Bagaikan menulis pada langit biru Sulit ditebak disetiap sudut yang membiru Jelas, namun tak terjangkau Hanya mampu dinikmati oleh mata Tapi tak berarti bagiku Inikah cinta Yang dipisahkan oleh dinding jarak Cinta yang hanya bermodalkan hati Namun itu sungguh berarti Karna ku yakin kaulah cinta sejati Namamu yang terlukis abadi
Gambar
DI SINI AKU BERHARAP Oleh: Yabes Ottu Di sini, Diatas bukit yang tinggi Mata memandang kearah nan jauh Disela-sela bukit-bukit mata memilih Di sini Dalam genggaman penuh harap Kepada sang bayu aku menitip Tentang sejuta rasa yang kini kumiliki Di sini Bersama rasa yang tersimpan Tentang kekasih nan jauh dimata Tentang cinta yang kulukis dalam nurani Di sini Sang bayu yang menampar gemulai Membawa aku terbang tinggi dalam angan Berharap dikayangan bidadari ku temui Di sini Aku berersama setumpuk mimpi Kulepas bersama angin yang menepik Kukirimkan pada sang pemilik Kupang, 06 November 2019
Gambar
AKU PEMUDA MERDEKA Oleh : Yabes Ottu Aku Mengiringi jalan juang tanpa salah Melambaikan tangan pada pemilik kalah Aku Tak tak ingin hanyut walau kadang lesu Tak lagi gemar dihimpit Aku Melangkah lugu Mengiringi melodi sang waktu Aku sang pemuda merdeka Aku Ingin merintis merdeka milikku Ya, bebas tanpa rasa tertindih Aku Berdikari Memilih jalanku Aku Pemuda merdeka Kupang, 28 Oktober 2019
Gambar
HARTA DARI AYAH UNTUKKU Cerpen Karangan: Yabes Ottu Kategori: Cerpen Keluarga Malam ini aku dan keempat saudara ku serta Ayah dan Ibu duduk mengelilingi meja makan yang diatas meja tersebut telah tersedia hidangan makan malam seadanya yang telah disediakan oleh ibu. Dari sudut meja makan dengan suara yang lembut, ibu mempersilahkan untuk kami menikmati hidangannya. Kami bergantian mengambil hidangan ini diatas meja sederhana diruang keluarga yang berukuran kecil kami yang kami miliki. Suasan bahagiapun semakin lengkap ketika adik bungsu ku bersedia memimpin doa makan kami dengan mengejakan doa Bapak kami. Selesai adikku memimpin doa makan, kami langsung menikmati hidangan sederhana yang disediakan oleh ibu yang tidak kalah lezat dengan makan restoran bintang lima. Setelah selesai menikamti santap makan malam seperti biasa aku dan ayah masih duduk bersama. Ya, setidaknya sedikit mengisi waktu malam dengan mendengarkan kata-kata nasihat dari ayah untukku dan menikmati kopi pa...
Gambar
-KISAH DI BULAN JUNI- Oleh: pemilik kisah Selasa Tanggal delapan belas Bulan juni dua ribu sembilan belas Hening dalam kutemui cinta Kisah di pertengahan bulan juni Datang bagaikan pelangi Menghembuskan nafas segar Bagaikan harum puspita mawar Hadir membisikan rindu Mengobati luka kalbu Luka bekas Dari dia yang menampar keras Jiwa yang pernah remuk Rasa yang pernah diejek Hati yang pernah risau kian membaik Karena dia yang datang mengajak Kesejukan dalam tatapan matanya Keindahan dalam senyumannya Membuat aku menjadi tawanan Sungguh dia wanita idaman Datang dengan tri darma juang Cita-cita Keluaga Dan cinta Iya, itu dasar juang kami Rasa itu Kian tumbuh dalam kalbu Walau Kadang menghadirkan rindu Saat dalam kesepian malam Saat harumnya tak ku cium
DERAI AKHIR BULAN JUNI Berderai diakhir bulan juni. Aku yang menghadirkan derai namun tak mampu kuterima. Tenang bagai angin yang silir semilir namun membawa aku pada jurang kematian yang pilu. Mungkin aku yang salah karena terlalu jatuh dalam jurang rasa. Aku yang terjebak dalam kisah semu. Aku terjebak pada rasa yang tak terbalas. Cinta yang tak dianggap. Bagaikan cinta antara matahari dan bulan yang tak pernah bertemu. Bagaikan cakrawala dan daratan yang tak bergandeng walau ada rindu yang tersimpan. Bagaikan siang dan malam yang saling memiliki namun tak ingin bertemu. Aku yang salah. Aku yang tak mampu berpikir sebelum memulai. Hanya mampu berhalusinasi tentang awal kisah namun tak mampu melihat akhir yang penuh pilu. Apakah kisah derai akhir bulan juni adalah kasih. Ataukah hanya akan menjadi kisah yang akan dikenang. Kini hanya cerita dalam bayang semu namun kan kulukis rapi pada dinding kalbu Kan ku ukir sebagai kenagan yang pernah aku lalui dan akan ...
Gambar
DALAM SUJUT DOA PUN, AKU BERDOSA Oleh : Yabes Ottu "Sadar dalam lemah". Ya, dalam sujut tak beraturan disitulah awal aku mendapati jiwa dan ragaku dalam gelapnya dosa. Dalam syair yang aku lafalkan terselip berlaksa kegelapan. Kutemui diri ini dalam "sujut tak beraturan". Entahlah, kapan dan dan dimana aku memulai merefleksikan hal sederhana ini. Mungkin disaat mentari tak lagi bersinar. Mungkin disaat rembulan berisitirahat dari aktifitas malamnya atau mungkin dalam kesunyianku. Akupun tak tahu namun yang pasti bahwa dalam melafalkan puisi tobat pada Tuhan disitulah dosa dimulai. Aku terdapat dalam kelalaian dalam memenuhi janji tobat itu. Dalam sujut aku berdosa. Terjebak dalam puisi yang kunaikan pada sang pemilik jiwa serta raga. Ah, aku malu.. Malu sekali pada diriku yang penuh noda duniawi yang sempat kugoreskan pada dinding jalan kehidupan. Gelisah tak menentu. Aku tak lagi mampu bebas. Ya, aku terjebak dalam noda kehidupan yang aku ciptaka...
Gambar
KEHABGATAN DOSA DI KOS Pertemuan kita itu tak pernah di rencanakan sebelumnya. Di dalam duniamu dan dunia ku kita selalu bersama-sama di setiap hari dan bahkan setiap menit kita bertemu. Sehingga pada akhirnya ada sebuah perasaan yang tumbuh di dalam hati dan aku kamupun memiliki itu karena kedua mata mu selalu memancarkan perasaan itu ketika kamu mencuri perhatian ku. Entahlah apa yang tersimpan di benak aku di kala itu. Di kala kita satu dalam ikatan kasih. aku menyimpan sebuah nafsu besar dalam benak dan aku pun tahu kamu pun menyimpan sebauh keinginan besar tapi suci. Aku yakin bahwa persaan yang kita miliki itu punya maksud dan tujuan tersendiri. Entahlah apa yang kamu tahu tentang cinta, yang aku tahu hanyalah memberikan cintaku untuk menikmati tubuh sucimu. Tapi aku pun tahu bahwa kamu akan memberikan tubuh suci mu untuk memperoleh cinta dari ku. Meski cinta kasih yang tumbuh di antara kita begitu penuh denga dosa tapi aku tak peduli dan aku yakin bahwa kamu pun ...
Gambar
AKU HANYA INGIN BERINTROSPEKSI Oleh : Yabes Ottu Aku bercandaria bersama malam sepi Melangkah bersama rembulan Bersama bintang-bintang aku menari Tak peduli Ejekan yang berlomba menghampiri Aku hanya perlu sedikit refleksi Tentang jalan hidup aku nanti Mungkin aku akan menjadi asing Dalam keramaian disekitarku Namun hal itu tak menumbuhkan pilu Karena aku sedang bersama para bintang Rembulan adalah sahabat Bintang tak lain, dia teman sederet Aku tak sedang sendiri Aku hanya sedang berintrospeksi Segala sudut hidup aku nikmati Ceria, sedang disini Pilu, aku miliki Saat ini aku hanya ingin berintrospeksi Kupang, 30 Oktober 2019