"DIBALIK KEGAGALAN MASIH ADA HARAPAN"

oleh :Vhence V.Mauboi




Suatu impian yang ku genggam dan tak ingin dilepaskan.
  Seorang perempuan yang terlahir dari keluarga yang sederhana,dengan kehidupan yang begitu berkecukupan, dan hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang tergolong mampu.

Sejak kelas III SD,saya sdh mempunyai cita-cita menjadi seorang pendeta,cita-cita yang begitu melekat dalam diri sejak kecil menjadi seorang pendeta.

Di pagi hari yang cerah waktu liburan kami anggota keluarga duduk dan berceritra,di temani kopi pagi begitu hangat dengan suasana pagi yang begitu cerah.

Ketika ayah bertanya pada saya "apa cita-cita mu nanti?"

Dengan penuh gembira saya menjawab,saya ingin menjadi seorang pendeta,yang berdiri dan memimpin"

Percakapan yang begitu lama dengan canda tawa bersama kedua orang tua,dan keempat saudara saya,
Dan ayah memberikan nasehat "bersekolahlah selagi kami masih mampu memberikan kalian kesempatan untuk bersekolah."

  Hari berganti hari bahkan tahun berganti tahun,kini waktu telah mengantar ku pada Sekolah Menengah Atas (SMA).
Saya mendaftarkan diri pada sebuah sekolah yang terletak di Kabupaten Kupang,SMA Negeri 1 Kupang Tengah.

Setelah di terimah di sekolah tersebut,semua siswa baru di wajibkan mengikuti ujian tes untuk memilih Jurusan,akhirnya saya dinyatakan lulus pada jurusan IPA.

Ketika saya dinyatakn lulus pada jurusan IPA,karena saya mempunyai seorang sahabat Namanya Merry.

Kata merry " Vhen, kamukan mempunyai cita-cita sebagai seorang Pendeta,berarti kamu tidak bisa masuk pada Jurusan IPA.pendeta hanya bisa di terimah kalau siswa itu lulusan bahasa,"
Dengan pemikiran kami yang terbatas,akhirnya saya meminta Kepala Sekolah untuk pindah pada jurusan Bahasa.

Waktu semakin berputar begitu cepat,kini saya telah berada pada tahap Ujian Akhir SMA.Dengan kehidupan yang begitu sederhana namun cita-cita yang ku genggam sejak kecil tak kunjung hilang dari kalbu ku.

Pada Tahun 2017 saya telah menyelesaikan pendidikan SMA,kini waktunya untuk melanjutkan ke perguruan Tinggih.

Ayah bertanya "apakah kamu ingin melanjutkan ke perguruan tinggi "?

Jawab saya, " Ia,saya mau melanjutkan ke jenjeng pendidikan yang lebih tinggih."

Kata ayah " Kamu harus berpikir lagi,bukan hanya kamu saja yang memerlukan pendidikan,tetapi ingat adik-adik juga memerlukan pendidikan."
"Nak hidup kita begitu sederhana,ayah tidak mampu menyekolahkan mu ke jenjang yang lebih Tinggih."

Begitu mendengarkan kata-kata ini,seakan tak mau menerima apa yang di katakan ayah.Kini apa yang telah di cita-citakan sudah gagal,harapan tak lagi ada,yang ada hanya kekecewaan dalam hati.

Seiring berjalannya waktu,saya mendapatkan informasi tentang sekolah Teologi gratis yang ada di Pulau Jawa.Saat itu juga saya segera mencari informasi dan mendaftar.

    Singkat cerita.......

Saya salah satu orang yang dinyatakan lulus.Rasa  bahagia datang menghampiri, "akhirnya bisa lulus juga ,baiklah cita-cita hampir sampai."

Berkas-berkas telah dimasukan dan tinggal tungguh waktu untuk berangkat ke Jawa untuk menempu pendidikan selanjutnya.
Ternyata waktu tidak mengijinkan ku untuk pergi dan mengapai cita-cita menjadi seorang Pendeta.

secara tiba-tiba saya sakit,dan harus di operasi karena saya terkena Kista.
Perjalanan kehidupan yang membuat saya Jenuh.
" Tuhan apalagi yang Engkau mau dalam hidup ini,? "Begitu banyak tantangan yang ku lewati seakan hidup tak adil saja bagiku," ( ungkap dalam hati).

Kekecewaan yang sangat besar, dan membuat hati ini tak mau menerima apa yang ada dalam hidup ini,orang tua tidak mengijinkan lagi untk melanjutkan pendidikan di luar daerah,
Tidak ada lagi harapan selain Berdoa.
Perjalanan di batalkan,karena mengidap sakit dan harus di operasi.

Seiring berjalannya waktu,saya berdoa dan bertanya pada Tuhan, "apa yang Tuhan mau bagi hidup saya ".
Dan ketika itu ada seorang teman saya datang dan memberika  Motivasi dan berkata " Mungkin cita-cita mu bukan menjadi seorang Pendeta."

Dan ketika itu saya sadar bahwa melayani Tuhan bukan hanya menjadi seorang Pendeta.
Ketika itu saya di panggil dari pihak gereja untuk melayani Anak-anak PAR dan saya memberi diri untuk melayani.

2017 telah berakhir dan saya mengambil keputusan untuk bekerja di sebuah toko,sambil menungguh Pembukaan penerimaan mahasiswa baru di UNDANA kupang.

Kurang lebih Tiga bulan saya bekerja,akhirnya pembukaan pendaftaran sudah di buka dan saya juga segera mendaftarkan diri.
Tepat tangal 03 Juli 2018 pengumuman hasil,saya dinyatakan Lulus pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dengan demikian saya paham bahwa T
uhan merencanakan sesuatau bukan dari apa yang kita inginkan,tetapi apa yang Tuhan kehendaki,dibalik dari kegagalan yang di hadapi,Tuhan menyiapkan masa depan yang baik buat orang yang bersabar.

   TAMAT.........

Komentar

Postingan populer dari blog ini