Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020
Gambar
AKU SEDIH DENGAN KISAH YANG INDAH Oleh: Yabes Ottu Aku sedih dengan ukiran yang indah Terbuai dalam kehangatan kasih Hingga akhir menjemput sebagai pemisah Jiwa yang kuat kini menemui kalah Aku sedih dengan ukiran yang indah Cinta dan garis tangan saling menuduh Hingga kita menemui runtuh Cerita kini bukan lagi tentang kasih          Aku sedih dengan ukiran yang indah Luka yang begitu menusuk Hingga kita menemui akhir yang lumpuh Aku sedih Dengan ukuran yang indah Yang berhenti hingga tak mempu melangkah Hingga tenggelam oleh takdir yang pedih Aku sedih Dengan ukiran yang indah Terlalu bahagia hingga menemui bodoh Hingga tak mampu melawan pisah Aku sedih dengan ukuran yang indah Aku menangis meratapi takdir Bahkan tak lagi mampu berpikir Kepada senja aku mengadu Betapa pedih hatiku Tentang takdir yang begitu kejam Kini aku hanya pasrah dalam diam Kupang, 19 Januari 2019
Gambar
"DIBALIK KEGAGALAN MASIH ADA HARAPAN" oleh :Vhence V.Mauboi Suatu impian yang ku genggam dan tak ingin dilepaskan.   Seorang perempuan yang terlahir dari keluarga yang sederhana,dengan kehidupan yang begitu berkecukupan, dan hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang tergolong mampu. Sejak kelas III SD,saya sdh mempunyai cita-cita menjadi seorang pendeta,cita-cita yang begitu melekat dalam diri sejak kecil menjadi seorang pendeta. Di pagi hari yang cerah waktu liburan kami anggota keluarga duduk dan berceritra,di temani kopi pagi begitu hangat dengan suasana pagi yang begitu cerah. Ketika ayah bertanya pada saya "apa cita-cita mu nanti?" Dengan penuh gembira saya menjawab,saya ingin menjadi seorang pendeta,yang berdiri dan memimpin" Percakapan yang begitu lama dengan canda tawa bersama kedua orang tua,dan keempat saudara saya, Dan ayah memberikan nasehat "bersekolahlah selagi kami masih mampu memberikan kalian kesempatan untuk ber...
Gambar
HARTA DARI AYAH UNTUK KU Oleh: Yabes Ottu/Bung Ottu             Malam ini, aku dan keempat saudara ku, serta ayah dan Ibu duduk mengelilingi meja makan, yang diatas meja tersebut telah tersedia hidangan makan malam seadanya, yang telah disediakan oleh ibu.             Dari sudut meja makan dengan suara yang lembut, ibu mempersilahkan untuk kami menikmati hidangannya. Kami bergantian mengambil hidangan diatas meja sederhana, yang berada tepat di ruang keluarga yang berukuran kecil, yang kami miliki. Suasan bahagiapun semakin lengkap, ketika adik bungsu  bersedia memimpin doa makan, dengan mengejakan doa Bapak kami. “Pa, ma, malam ini saya yang pimpin doa makan ya,” ucap adik bungsu ku, yang memiliki nama lengkap Vallentino. “iya, boleh adik,”  jawab bapak menyetujui permintaan adik ku.             Selesai adikku memimpin doa makan, kami langsung menikmati hidangan sederhana...
Gambar
DAN INI KARENA KAMU YANG MASIH DISINI *Bung Ottu Ku buka lembaran baru Pada masa yang tampak misteri Mencoba berbisik dalam cengraman bisu Tentang rasa yang masih ku gumuli Mencoba melafazkan Puisi pinta pada Tuhan Bersama sebongkah harapan Mungkinkah aku mengantongi ketika amin Kisah ku yang lalu Yang hingga kini masih menyatu Dalam dekapan doa senja Walau rasa bosan ku kian memburu untuk berlalu Kepada fajar timur yang merekah Aku kembali minitip cerita yang merah Ku goreskan cerita serta memilih Walau nurani berkata "itu salah" Ku biarkan dunia menertawaankan ku Karena Itulah bodoh ku Yang terlalu pintar menyimpan rasa Walau pun itu membakar sukma Dan ini Karena kamu yang masih disini Senyum yang terpancar oleh bibir tipis mu Masih terus menghiasi mimpi tidur ku KUPANG, 05 Januari 2020