CERPEN
Oleh: Yabes Ottu
-KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-
Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu.
Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki.

Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta.
Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita.
Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas dasar kasih. Diatas kasih yang diajarkan oleh Kristus yaitu mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran.
Karena kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Kadang air mata mengalir mengiring jalan kami, kadang pula terlihat senyum bahagia yang tergambar jelas di wajah namun kami menerima dan menyukiri bahwa semua yang terjadi karena seizin Tuhan.
Jalan kami tidak mudah tapi saling menyapa dan saling mendukung untuk tetap berjuang menjadi kekuatan kami. Kami tahu bahwa pada akhirnaya badai akan berhenti dan mengakui keberadaan pelangi, ya pada akhinya air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Dia sering berkata "KITA ADA UNTUK SALING MENDUKUNG BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN". Kadang aku merenung, siapakah aku sehingga dia begitu mencintaiku, kadang pula aku berpikir mungkin dia terlalu bodoh karena mencintai orang seperti aku. Tapi dia sering pula berbisik manja di telingaku, katanya "AKU MENCINTAIMU BUKAN ATAS DASAR MATERI TAPI ATAS DASAR KASIH" Ah, kalau demikian cintanya kepadaku yang begitu tulus, maka akupun ingin mecintainya dengan tulus. Mencintainya seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri karena kelak jika Tuhan mengijinkan maka dia akan menjadi belahan jiwaku dan membagun bahtera kecil kami bersama keluarga kecil kami nantinya.
Hari berganti hari, kisah yang tumbuh di pertengahan bulan juni kian tumbuh semakin kokoh diatas dasar kasih dan diatas dasar tiga kewajiban atau yang biasa kami sebut Tri Darma juang, yaitu;
1.cita-cita
2.keluarga
3.cinta
Tri darma yang berdiri kokoh diatas dasar Kasih Kristus.
Katanya kepada ku, jo ( panggilan kusus untuk kami, "jodoh") tri darma ini harus sama-sama jalan supaya kehadiran hubungan kita menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita.
Terimakasih Mawar
Terimakasih jo, semoga ketulusan selalu hidup dalam juang kita.
Kupang, 27 juli 2019
Oleh: Yabes Ottu
-KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-
Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu.
Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki.

Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta.
Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita.
Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas dasar kasih. Diatas kasih yang diajarkan oleh Kristus yaitu mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran.
Karena kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Kadang air mata mengalir mengiring jalan kami, kadang pula terlihat senyum bahagia yang tergambar jelas di wajah namun kami menerima dan menyukiri bahwa semua yang terjadi karena seizin Tuhan.
Jalan kami tidak mudah tapi saling menyapa dan saling mendukung untuk tetap berjuang menjadi kekuatan kami. Kami tahu bahwa pada akhirnaya badai akan berhenti dan mengakui keberadaan pelangi, ya pada akhinya air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Dia sering berkata "KITA ADA UNTUK SALING MENDUKUNG BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN". Kadang aku merenung, siapakah aku sehingga dia begitu mencintaiku, kadang pula aku berpikir mungkin dia terlalu bodoh karena mencintai orang seperti aku. Tapi dia sering pula berbisik manja di telingaku, katanya "AKU MENCINTAIMU BUKAN ATAS DASAR MATERI TAPI ATAS DASAR KASIH" Ah, kalau demikian cintanya kepadaku yang begitu tulus, maka akupun ingin mecintainya dengan tulus. Mencintainya seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri karena kelak jika Tuhan mengijinkan maka dia akan menjadi belahan jiwaku dan membagun bahtera kecil kami bersama keluarga kecil kami nantinya.
Hari berganti hari, kisah yang tumbuh di pertengahan bulan juni kian tumbuh semakin kokoh diatas dasar kasih dan diatas dasar tiga kewajiban atau yang biasa kami sebut Tri Darma juang, yaitu;
1.cita-cita
2.keluarga
3.cinta
Tri darma yang berdiri kokoh diatas dasar Kasih Kristus.
Katanya kepada ku, jo ( panggilan kusus untuk kami, "jodoh") tri darma ini harus sama-sama jalan supaya kehadiran hubungan kita menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita.
Terimakasih Mawar
Terimakasih jo, semoga ketulusan selalu hidup dalam juang kita.
Kupang, 27 juli 2019
Komentar
Posting Komentar